Peringatan Hari Air Sedunia, Momentum Pelestarian Talaga Paca
Pada tanggal 22 Maret 2024 bertempat di aula Desa Talaga Paca telah dilaksanakan peringatan hari air sedunia yang diselenggarakan oleh Forum DAS Dukono Kabupaten Halmahera Utara. Kegiatan bertajuk “water for peace” ini dilaksanakan dalam bentuk Focus Group Discussion yang dihadiri oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) – Kementerian PUPR, Balai Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (BPSKL) Wilayah Maluku Papua, sejumlah OPD lingkup Pemda Halmahera Utara, PDAM Tobelo serta pemerintah dan perwakilan masyarakat dari Desa Paca dan Talaga Paca.
Danau/Talaga Paca merupakan sumber air bersih yang digunakan untuk kebutuhan 4.531 rumah pelanggan PDAM yang berada di Kecamatan Tobelo Selatan, Tobelo Timur dan Tobelo Tengah. Penelitian beberapa tahun terakhir oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Halmahera Utara menunjukkan bahwa air Talaga Paca mengalami penurunan kualitas meskipun masih dalam kategori layak sebagai air bersih untuk dikonsumsi. Hal ini menjadi warning bagi seluruh pihak untuk lebih memperhatikan pemanfaatan Talaga Paca dan area sekitarnya dengan lebih baik.
Dalam upaya mendukung kelestarian ekosistem alam Talaga Paca, telah terdapat inisiatif pengembangan kesejahteraan ekonomi masyarakat melalui Program Perhutanan Sosial pada tingkat desa. Terdapat Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) Ekowisata dan KUPS OPAL yang berkolaborasi bersama BUMDES untuk mengelola potensi wisata melalui jungle tracking dan bird watching serta menghasilkan sejumlah produk UMKM olahan pala seperti sirup, selai, permen, manisan, dan roti selai pala.
Sebagai sumber air bersih bagi ribuan masyarakat di Kabupaten Halmahera Utara, Talaga Paca hendaknya mendapat perhatian khusus untuk pelestarian. Setiap pihak tidak bisa memanfaatkan area sekitar Talaga Paca hanya sesuai keinginannya baik untuk bisnis wisata, pertanian, budidaya perikanan dan sebagainya. Semua kegiatan di sekitar harus dibuat pengaturan yang jelas dan tegas. Dibutuhkan adanya Rencana Tata Ruang Kawasan (RTRWK) Danau Talaga Paca bagi pengelolaan Talaga Paca. Melalui dokumen tersebut maka segala aktifitas yang dilakukan, baik oleh pemilik lahan maupun para pihak lainnya, harus tunduk pada perencanaan yang dibuat dengan prinsip kelestarian. Penting pula dipertimbangkan ke depan untuk membuat aturan yang lebih mengikat seperti peraturan daerah.
Wilayah perairan dan daratan sekitar Talaga Paca saat ini telah dibagi menjadi dua wilayah administratif yakni Desa Talaga Paca dan Desa Paca. Kedua pemerintah desa telah menyatakan komitmen untuk tetap menjaga kelestarian ekosistem Talaga Paca dan terus mensosialisasikan komitmen ini kepada masyarakat. Sangat penting pula adanya komitmen dan political will dari Pemda Halmahera Utara terhadap upaya pelestarian, serta dukungan luas para pemangku kepentingan.
Sebagai wujud dukungan Kementerian PUPR terhadap upaya pelestarian Talaga Paca, Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku Utara telah menyiapkan satu alat berat excavator di Desa Talaga Paca yang akan melakukan normalisasi sungai menjadi outlet air danau. Kondisi sungai yang dipenuhi tumbuhan liar selama ini telah menghambat aliran keluar air danau/talaga. Jika sungai telah normal kembali, diharapkan pula aktifitas mencuci masyarakat yang selama ini dilakukan di danau, bisa berpindah ke sungai guna meminimalisir pencemaran danau oleh deterjen.
Pada akhir FGD, seluruh pihak yang hadir mempertegas komitmen untuk bekerjasama mendukung kelestarian Talaga Paca. Komitmen ini menjadi momentum awal yang akan terus digulirkan bagi terwujudnya kelestarian Talaga Paca saat ini dan generasi mendatang.